27 Februari 2014

Dibuang sayang, digarap menjengkelkan... "CALON GM"

Para pembaca pasti kecewa bila sasis mesin TV yang dipaketkan rusak/pecah. Hingga banyak jalur yang putus sehingga menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki jalur dan pcb. Jangan menyalahkan pihak ekspedisi atau pihak jasa pengiriman paket barang terlebih dahulu. Sebaliknya, Anda harus berfikir berkali-kali terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengirim sasis mesin TV, mulai dari cara pengepakan, dan segala antisipasi keamanan paket hingga sampai di tujuan.
PCB sasis mesin TV rata-rata terbuat dari bahan pertinak dengan ketebalan 1,2 s/d 1,6mm, cukup tipis dan sangat mudah patah. Terlebih lagi pada PCB tersebut terpasang komponen berat (misalnya trafo FBT dan trafo smps). Perbedaan tekstur dan tinggi komponen yang terpasang di pcb juga sangat “menambah” tingkat resiko “pecah” yang bakal dialami pcb ketika dalam proses pengiriman.

Jangan menyalahkan pihak jasa pengiriman barang terlebih dahulu!

Mencantumkan tulisan yang berbunyi : “JANGAN DIBANTING” atau “MUDAH PECAH” atau menempelkan “GAMBAR GELAS” pada kemasan paket. Cara ini sudah cukup untuk “memberitahu” tentang isi dalam paket yang mudah pecah/rusak, akan tetapi sangat kurang efektif untuk menjamin keamanan barang paketan dari kerusakan. Dalam prakteknya, tulisan/tanda tersebut sering diabaikan ketika dalam proses pengiriman.
Dalam satu kali pengiriman, satu jasa ekspedisi pengiriman paket bisa mengirimkan ribuan kotak paket untuk berbagai tujuan. “membaca” satu persatu tanda mudah pecah menjadi hal yang sangat susah dilakukan, ditambah lagi harus menjamin bahwa kotak ini harus begini, kotak yg itu harus begitu.
Sangat tidak mungkin bagi pihak ekspedisi untuk memilah-milah barang yg mudah pecah dan tidak. Misalnya dalam satu waktu pihak ekspedisi memiliki pekerjaan untuk mengirimkan 100 boks kain dari Kendal, 200 boks keramik dan piring dari Semarang, 100 boks barang elektronik dari Magelang, 100 boks obat-obatan dari Grobogan dan 500 boks kaos dari Batang. Semua paket tersebut bertujuan sama yaitu kota Samarinda – Kaltim, melalui angkutan darat dan pesawat udara.
Dalam perjalanan paket dari kantor sub cabang ekspedisi menuju pengepul di bandara, masih bisa dianggap sangat aman, tulisan “Mudah Pecah” sangat diperhatikan, dan sangat sempat untuk dibaca dan diperhatikan. Lalu problem muncul ketika proses pemuatan barang ke dalam bagasi kargo pesawat. Kapasitas kargo pesawat sangat “terbatas”, terbatas dalam luas ruangan, dan sangat terbatas dalam berat yg mampu diangkut pesawat. Barang-barang dalam kargo pesawat harus dalam kondisi yang statis tidak mudah bergeser, tidak hanya sekedar “ditaruh”. Boks/kardus kecil akan dimasukkan ke dalam karung terlebih dahulu. Lalu barang-barang tersebut harus ditata sedemikian rupa, harus seimbang kanan-kiri, aman, lalu diikat dengan erat.
Bisa dibayangkan, ribuan kardus/boks yang berisi bermacam-macam barang ditumpuk sedemikian rupa, lalu diikat dengan erat. Bayangkan apa yang terjadi pada kardus/boks yang posisinya paling bawah dalam tumpukan. Orang jawa bilang “penyet”, trus secara kebetulan barang yang paling bawah tersebut adalah sasis mesin TV milik Anda yang Anda titipkan yang hanya sekedar dibungkus kardus.
Pengiriman melalui kapal laut juga tidak jauh berbeda, beda yang paling mencolok adalah barang-barang akan dimasukkan kedalam peti kargo terlebih dahulu (untuk melindungi barang paketan dari cuaca dan mempermudah pengecekan), sedangkan yang terjadi dalam peti kargo tidak ubahnya yg terjadi di dalam kargo pesawat.
Melihat kejadian dan proses di atas, kunci keamanan barang paketan dari kerusakan berada dalam cara “pengemasan”. Tahap pengemasan ini tidak mungkin dilakukan oleh pihak ekspedisi, pihak ekspedisi hanya melalukan “pengiriman”, bukannya mengemas barang paketan Anda. Jadi, bila terjadi kerusakan, jangan langsung salahkan pihak ekspedisi!
Berikut ini tips-tips yang bisa Penulis berikan untuk antisipasi kerusakan barang mudah pecah dalam pengiriman barang melalui jasa pengiriman paket.
  1. Buatlah kotak/peti yang terbuat dari bahan triplek (minimum ketebalan 8mm), atau dari bahan kayu. Usahakan peti bisa dipakai untuk beberapa kali pengiriman dan usahakan berat/ukuran sekecil mungkin. Taruhlah barang didalam kardus terlebih dahulu lalu masukkan ke dalam peti tersebut. Jangan lupa kardus dibungkus plastik terlebih dahulu.
  2. Bila tidak sempat membuat boks kayu/triplek, mintalah ke pihak jasa pengiriman untuk meng-kayu barang paketan Anda. Biaya tambahan mungkin akan dikenakan, termasuk berat dan volume paketan juga akan bertambah.
  3. Cantumkan tulisan “MUDAH PECAH”, untuk barang-barang mudah pecah. Meskipun hal ini kurang diperhatikan, akan tetapi cukup untuk menginformasikan isi dari barang paketan. Sebenarnya, pihak ekspedisi secara otomatis tahu isi barang mudah pecah dilihat dari boks yang digunakan meskipun tanpa tulisan “MUDAH PECAH” pada boks. Baru lihat “kayunya” saja sudah tahu kalo isinya pasti barang mudah pecah.
  4. Bila dalam satu boks berisi lebih dari 1 barang, buatlah kemasan/boks yang terpisah atas masing-masing barang, lalu masukkan ke dalam boks. Bila diperlukan, tambahkan peredam getaran (sobekan kertas koran atau busa dalam masing-masing boks).
  5. Terakhir, silahkan pilih asuransi ataukah pilih membuat kemasan yang aman?

Semoga bermanfaat, tulisan ini dibuat karna seringnya bengkel Penulis mendapatkan servisan paket sasis mesin TV yang yang datang dengan kondisi pecah dari luar pulau jawa, pecah dibawah trafo FBT, pojok pcb patah, di bawah pendingin ic vertikal, dibawah tuner dan lain-lain, banyak sekali jalur putus, dibuang sayang, digarap menjengkelkan, diganti pcb gak ada gantinya....

Akhirnya “HIDUP GACUUN” .....eh ..... “HIDUP GM”