28 April 2011

Mengetes Kapasitor Ukuran Kecil Ala Wong Ndeso

Umumnya TV CRT Flat dilengkapi dengan setelan EW otomatis. Sedangkan EW bekerja dengan cara ‘mengatur/memodulasi’ muatan pada kapasitor-kapasitor dan induktor pada output horisontal. Sehingga bila ada kapasitor yang rusak pada blok pengatur EW (horisontal output) dapat menyebabkan terganggunya EW atau bahkan dapat merusakkan transistor output horisontal dalam beberapa detik.
Alat pengetes/pengukur kapasitor saat ini masih jarang ditemukan, atau bila ada, harga yang tersedia masih cukup tinggi untuk kualitas akurasi yang terukur ‘biasa’ (bagi yang mampu, ya mending beli he he he). Pada artikel terdahulu pernah Penulis ulas tentang alat dan cara mengetes elco ukuran jumbo (4700uF keatas), tapi alat tersebut sangat tidak realistis bila digunakan untuk mengetes kapasitor bernilai kecil, misalnya kapasitor output horisontal (mis. 9n1/1600V). Sedangkan bila menggunakan multitester (ohm meter) skala x10K, mungkin saja masih bisa terbaca meski goyang sedikit saja jarum multitesternya atau bahkan tidak bergerak sama sekali.
Atas problema tersebut, Penulis berusaha untuk mengulas ide cara lain mengetes kapasitor dengan cara yang tergolong ndeso, meski ndeso dan gak akurat, cara ini terbukti sangat membantu dalam menentukan apakah kapasitor yang dites masih layak atau tidak.

Langkah-langkah Pengetesan
Langkah pertama dalam pengetesan adalah kapasitor dites dulu dengan ohm meter (multitester) skala x10K (atau skala yang lebih besar) untuk menentukan apakah kapasitor tersebut bocor atau tidak bocor. Bila kapasitor yang dites bocor (jarum tidak balik ke posisi semula atau posisi tak terhingga), berarti kapasitor tidak bisa digunakan. Bila tidak bocor, mungkin saja multitesternya yang ‘tidak mampu’ membaca kapasitas, mungkin juga karena kapasitor yang dites adalah putus total atau kapasitasnya mengecil jauh dari nilai yang tertera di kemasan. Dan hal ini belum tentu rusak kapasitor tersebut.
Bila ragu untuk menentukan putus total ataukah memang multitesternya yang tidak mampu membaca kapasitor yang dites, sebaiknya lakukan langkah kedua yaitu “mengetes ala wong ndeso” seperti dalam gambar berikut:



Sedangkan cara menentukan layak-tidaknya kapasitor yang dites cukup simpel saja, hanya dengan membandingkan hasil pengetesan kapasitor dengan hasil pengetesan kapasitor yang masih baru dan bernilai sama. Bila kapasitor putus total, jelas tidak akan “bersuara”. Bila kapasitor menurun nilainya, jelas suaranya akan “beda” dengan kapasitor yang bernilai sama dan masih baru.

--akurasi/toleransi sebuah komponen elektronik adalah penting, akan tetapi lebih penting lagi untuk mengetahui posisi/blok mana yang membutuhkan komponen akurat/bertoleransi rendah.
--semoga membantu dan dapat menumbuhkan ide-ide kreatif dan positif para pembaca, terima kasih.

Kembali ke daftar isi