04 Februari 2010

SISTEM PROTEKSI TV
BAGIAN 2

Proteksi Over Voltage dan No Voltage


Pada bagian ini hanya mengulas lebih jauh tentang proteksi Over Voltage dan No Voltage, untuk proteksi suhu dan sinkronisasi tidak diulas karena umumnya sudah masuk dalam komponen aktif. Sedangkan ulasan tentang pintu-pintu/port/pin dan logika proteksinya sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan Pin/kaki IC program
    Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa IC program merupakan ‘otak’ dari perangkat TV maka cara termudah yaitu dengan memanfaatkan pin/port ic program untuk sensor proteksi. Keuntungan lain dari penggunaan pin/port adalah dimungkinkannya membuat suatu prosedur debugging dan self test (menampilkan kode kedip jika error).
    Pada kondisi normal, pin/port tersebut pada umumnya berlogika 1 (tegangan pada port/pin mendekati VCC/VDD IC program) dan untuk menjamin tegangan pada pin/port tersebut selalu pada logika 1 dipasanglah R pull up (pada sharp xpression menggunakan 100K). Ketika terdeteksi menurunnya tegangan pada pin/port ini, maka cpu/IC program akan menjalankan prosedur proteksi (mematikan perangkat, umumnya mematikan osilator horisontal).
    Karena secara normalnya berlogika 1 (High), maka output dari detektor No Voltage dapat langsung dihubungkan ke pin/port tersebut. Sedangkan untuk mendukung deteksi Over Voltage pada pin/port yang sama, maka output dari detektor Over Voltage tersebut harus ‘dibalik’ terlebih dahulu, umumnya menggunakan rangkaian 1 transistor yang disusun menjadi gerbang NOT (jika input=Hi maka output=Lo dan sebaliknya). Rangkaian gerbang ini mutlak diperlukan karena detektor Over Voltage menghasilkan tegangan jika terdeteksi tegangan lebih (berlawanan dengan detektor No Voltage).

  2. Memanfaatkan Pin/kaki EHT protection pada IC jungle/osilator
    Tidak seperti pin/port ic program, pin/kaki EHT secara umum normalnya berlogika 0 (Low, tegangan 0V atau beberapa volt saja). Tidak semua type IC selalu menggunakan 0V ketika normalnya, banyak juga tipe IC yang secara normalnya menggunakan volt/tegangan tertentu (tegangan ambang proteksi). Jumlah tegangan ambang proteksi tergantung type IC yang dipakai. Tetapi pada dasarnya sama, yaitu jika terdeteksi naiknya tegangan yang mencapai ambang proteksi pada pin/kaki tersebut maka IC jungle/osilator segera mematikan/men-disable pulsa horisontal (H-OUT). Hampir semua jenis ic jungle/osilator dilengkapi dengan fasilitas ini.
    Karena secara normalnya berlogika 0, maka pin/kaki EHT protection ini sangat efektif untuk proteksi X-ray dan Over Voltage. Proteksi yang menggunakan pin/kaki ini umumnya menyensor tegangan heater, tegangan ABL, atau tegangan-tegangan lain yang berasal dari sekunder TFB.

  3. Memanfaatkan pin/kaki/kontrol standby pada smps/ac-matic
    Model ini dapat ditemukan pada TV model jadul, desain dan proses servis menjadi agak rumit karena langsung mengontrol output dari smps/ac-matic. Sebagai contoh pada national/panasonic yang memakai AN5601K dan STR-51213. Pin5 dari STR51213 merupakan kontrol standby (on/off) power supply, rangkaian proteksinya ‘disisipkan’ pada blok kontrol standby tersebut.

Protek atau Standby


Kondisi TV standby secara umum cirinya adalah TFB atau horisontal tidak bekerja, tegangan-tegangan sekunder tidak ada (tegangan B+, tegangan ke tuner/peripheral dan tegangan sekunder lain) dan masih ada tegangan untuk IC program atau sering disebut V_STANDBY. Untuk menghasilkan tegangan V_STANDBY pada TV model jadul sering menggunakan trafo tersendiri atau ‘mengambil’ dari AC_IN 220V dengan resistor, tetapi pada model-model yang lebih baru cenderung menggunakan smps/ac-matic yang ‘jadi satu’ dan dapat dikontrol on/off-nya. Tujuannya tak lain adalah guna mendukung power saving (ngirit setrum).
Berdasarkan sistem proteksi yang secara urut prosesnya adalah TV keadaan standby, kemudian di-onkan oleh ic program, menyala beberapa saat, kemudian terdeteksi adanya ketidak beresan, akhirnya IC program kembali men-standby TV (menjalankan prosedur proteksi).
Kondisi standby dikontrol oleh ic program. Sedangkan syarat IC program bisa mengontrol, IC program harus sudah running/berjalan/aktif. Sedangkan syarat IC program running/aktif harus dalam kondisi normal, ada VCC standby, melalui proses reset dan mempunyai denyut/clock.
Jadi kesimpulannya, kondisi standby tidak selalu disebabkan oleh protek. Sedangkan protek selalu mengakibatkan standby.

Identifikasi Jalur Proteksi


Dalam proses servis, identifikasi jalur proteksi dimaksudkan untuk ‘melumpuhkan’ sementara proteksi dari perangkat TV yang sudah dilengkapi dengan proteksi. Jika proteksi tidak dilumpuhkan, proses servis menjadi lebih lama karena TV akan selalu kembali ke kondisi standby.Jalur proteksi dapat diidentifikasi dengan cara sebagai berikut :
  1. Cari jalur-jalur tegangan sekunder vital, misalnya, tegangan untuk vertikal, tegangan heater, tegangan RGB out (180V) dll. Tidak jarang juga pada tegangan hasil penyearahan dari sistem output amplifikasi, misalnya output vertikal (pump-out), pulsa-pulsa ini diubah tegangannya menjadi DC lalu besar tegangan DC-nya disensor (misalnya pada polytron/digitec).

  2. Pada umumnya jalur jalur tersebut disensor dengan menggunakan dioda (skema rangkaian pada bagian 1 artikel ini). Utamakan cari yang berjenis detektor No Voltage.

  3. Tiap-tiap output dari detektor No Voltage tersebut bertemu dalam satu jalur, jalur inilah yang dinamakan jalur proteksi.

  4. Untuk menentukan jenis kondisi normalnya, carilah resistor pull_up (resistor yang dihubungkan menuju ke titik/jalur VCC/tegangan) atau pull_down (resistor yang dihubungkan menuju ke titik/jalur GND) pada jalur proteksi tersebut. Jika ditemukan resistor pull_up pada jalur proteksi tersebut berarti kondisi normalnya berlogika 1 (high, tegangan mendekati VCC, jika drop/turun akan protek) dan sebaliknya jika ditemukan resistor pull_down.

Prosedur Proteksi oleh IC Program


Ketika IC program mendeteksi adanya ketidak normalan pada pin proteknya, IC program segera menjalankan prosedur proteksi yang secara umum langsung mematikan/men-standby perangkat tv (metode mematikan diulas di bagian 1 artikel ini).
Pada beberapa merk, misalnya pada Sharp universe/wonder, prosedur proteksi diawali dengan mematikan/men-standby perangkat TV, kemudian IC program memberikan kode kesalahan berupa kode kedip dengan jumlah kedipan tertentu tergantung jenis proteksinya (baca proteksi dan kode kedip TV sharp).

Tips perbaikan


  • Cari/identifikasi jalur proteksi terlebih dahulu.

  • Cari/Identifikasi jenis logika proteksi (apakah pull_up atau pull_down).

  • Jika sudah ditemukan jalur proteksinya, lumpuhkan proteksi SATU PERSATU, jangan melumpuhkan langsung pada pin/port/pintu-pintu proteksi (misalnya pada sasis sharp wonder/universe dengan melepas jumper 223). Karena jika melumpuhkan pada port/pintu/pin proteksi, lokasi penyebab protek akan sulit ditemukan, dengan kata lain pelumpuhan total. Pelumpuhan total ini hanya efektif untuk ‘melihat’ kerusakan yang tampil dilayar.

  • Sedangkan maksud dari melumpuhkan satu persatu adalah melumpuhkan satu titik proteksi, lalu dicoba dinyalakan, jika masih protek berarti bukan blok tersebut yang rusak, kemudian sambung lagi proteksinya. Langkah ini berlaku untuk semua titik-titik yang disensor.

  • Cara melumpuhkannya dengan melepas hubungan output sensor proteksi (melepas salah satu kaki dioda/zener atau melepas dioda protek).

  • Jika jenis proteksinya merupakan deteksi tegangan, bukan detektor No Voltage, bukan juga deteksi Over Voltage dan tidak ditemukannya resistor pull_up/pull_down, maka untuk melumpuhkannya dengan memberi tambahan resistor pull_up bernilai sekitar 4K7 menuju ke V_STANDBY. Untuk pull_down tinggal kebalikannya (pull/tarik ke GND). Contoh jenis ini adalah polytron/digitec yang menyensor tegangan DC hasil penyearahan vertical out (pump_out).

  • Terakhir, perbaiki satu bagian yang bermasalah tersebut, coba pasang kembali proteksinya dan nyalakan TV.

Pelajaran Berharga


Perbaikan perangkat TV yang sudah dilengkapi dengan proteksi sebenarnya tidak ’seseram’ yang dibayangkan. Dengan adanya proteksi sebenarnya sangat membantu dalam mencari biang kerok kerusakannya, karena pada dasarnya proteksi dipasang hampir pada semua bagian/blok dari perangkat TV. Atau dengan kata lain, tiap-tiap blok sudah terlindungi oleh sistem proteksi, jika ada kerusakan jarang sekali merembet. Sistem proteksi ‘sering’ dijumpai pada TV yang bermerk dan anehnya, TV yang bermerk menjadi ‘arena’ ganti mesin, padahal ‘otaknya’ masih normal.

Semoga bermanfaat, selamat bekerja dan sukses untuk semua.


37 komentar:

P@K SIS mengatakan...

Siip tenan boss ...Artikel yang sangat bermutu..sik tak Copyne sik ning PC ku..
Sukses slalu untuk anda dan semoga bermanfaat untuk saya pribadi dan rekan2 service yang lain..

DINDIK mengatakan...

good article,educate n' argumentative....!!!
sukses selalu...

Aisy mengatakan...

betul betul betul! system proteksi memang sangat membantu dalam mencari penyebab kerusakan,proses menyervis pun jadi lebih cepat dan tentunya menghemat waktu hehehehe..........time is money guy's! thumbs up! thumbs up! thumbs up!,good good good good ! woke woke woke! wakakakakaka.............

nugroho mengatakan...

sip sip sip!.....bye bye "mumet sebelum bertempur" mikir sulit dulu hadapi tv protek......

ACHMAD mengatakan...

okelah... kkklo.. beggg..gitu.. salam knal dari ACHMAD di jakarta

hady cjdw mengatakan...

acungan kbeh jempol ge kang zaenal beberaPa persen sudah tak copy di kepala ,lanjutkan artikel2nya sampai tak tersisa he he he

ZaenalElectronic mengatakan...

ahmad = salam kenal juga...

Awanda noviani mengatakan...

ada salah satu blog yang mengatakan kalau sistem power SMPS tidak sama dengan ac matic. setahu saya kalau power smps biasanya ac matic tapi power yang ac matic belum tentu auto volt misalnya tv model polytron keluaran thn 95an tapi yang aotovolt biasanya ac matic mohon pencerahanya mas

Zaenal mengatakan...

Kalo digitec jadul, yg pake elko 2, tetep aja ac-matic. Cuman gak bisa widerange. Hanya beberapa puluh volt saja lebarnya

sarif tv mengatakan...

Masih ada bag 3 nggak ni bos ??? kayaknya perlu tambahan untuk proteksi over current, sering di jumpai di tv toshiba teg b+ ke FBT tolong jelasin dong???

zaenal mengatakan...

rencana dari awal memang cuman ngejelasin 2 sensor saja, OV dan NV. untuk OC dah jarang pakai discrete comps. kalo toshiba dari dulu ada OCnya, cukup simple kerjanya, hanya menyensor 2 tegangan sebelum dan sesudah sekring, beberapa jenis pakai resistor.
besar selisih tegangan tersebut yang disensor menggunakan komparator/opamp.

Anang mengatakan...

Betul-betul-betul...! Perlu di acungi jempol ni cak.. Emg ini salah satu jurus y9 paten dan ampuh...

salim mengatakan...

mantap.....
tambah ilmu buat semua....
sukses..
tq

Ujang mengatakan...

Terima kasih mas sangat membantu, jangan pernah bosan menulis dan beramal bagi2 ilmu

Anonim mengatakan...

Salam kenal mas ZAENAL, setelah membaca artikelnya pengetahuan saya jadi bertambah. dari ENCIM ELEKTRO di bekasi. masih pemula

Anonim mengatakan...

nah saya tanya yg lebih specialisnih kang,,,kalo resistor pull up itu cirinya gmana? khusus tv sharp flat yg ic tempel proteknya dimana dan jenis apa? makasih

Anonim mengatakan...

ass.mas sy mw tny ni,gmn y cara ilangin menu servis tv lg 20 inchi yg model lm kl g slh..menu servisny bisa muncul tp ko g bs di ilangin gt mas...tolong dong mas plisss bgt.atw smua yg tw sms ke 085270059614...bantuan mas2 skln sgt q hrpkn...

ryan mengatakan...

mas satu lg sy mw tny bgmn cara ngatasi tv goldstar yg proteksi sehiangga g bs hdp tvny..sms kno td y mas..085270059614..mksh y mas sblmny

Anonim mengatakan...

om,klo tipi sharp universe 14 inch tau2 led nya kedip merah ijo mulu tu knp ya..? ini tipi uda sy bongkar dan sy bersihin motherboardnya dr para debu dan temen2 nya,siap utk di oprek...!! tp blm ada yg ngajarin jd ys tiap hari sy cm liatin aja...lha wong sy ga liat solderan2 yg kendor..dan yg sy curigai kendor uda lsg sy nyos ulang...tp blm berani pasang dan hidupin,...di tunggu penampakan ilmunya ya om... Anyway...this is a kind of blog i was loking for... jempol.....jempol...jempol... ( itu para jempol smua pada ke atas lo....)

Tyo mengatakan...

ini tv sebenarnya aku udah nyerah,ga fokus trus ga ada panduan,minta sama yang punya biar dibawa kebengkel lain.tapi yang punya malah ngotot minta saya yg betulin.gimana ya? pusing dah. lha masalah jalur2 protect aja masih bingung..he.he. sebenarnya sih udah beberapa kali sempat nyala sampai satu_dua_tiga jam,tapi akhirnya tetap protect juga. Model tv Sharp 21A2-S.dgn IC TDA9381PS/N1/1K0138. mohon bantuannya rekan2, untuk pak Zaenal"banyak terima kasih atas artikelnya,mudah2an dgn ini saya bisa lebih mengerti permasalahan protect..protect...protect....

ZaenalElectronic mengatakan...

ryan = urut jalur proteknya pada pin ABN di program.
Anonim = kedip2 merah hijau mungkin osc hornya gak jalan atau FBTnya rusak.
Tyo = coba solder ulang aja dulu, terlebih pada IC gedhenya, ic vertikal dan resistor SMD dibawah ic vertikal.

silahkan register/mendaftar di www.zaenalelectronic.discuss2u.com untuk curhat problem servis Anda, pahami aturannya, semoga krasan dan selamat bergabung.

masmuladi mengatakan...

makasih atas arikelnya om.....sukses slalu!

wildant mengatakan...

luar biasa, hanya itu yg bs sy ucapkan. membaca artikel kang zenal meyadarkan sy kalau sy masih anak bawang. di tunggu artikel yang lain kang. smg sehat n sukses sll.

aciks_hr mengatakan...

terimah kasih banyak kang zaenal atas segala ilmu yang anda berikan semoga di balas oleh ALLAH sebagai ibadah untuk memberitahu ketidak tahuan rekan2 semuanya mengenai problem tv, salam dari sumenep madura ACI elektronik

Koleksi Arloji Surabaya mengatakan...

pusing ber minggu2 dg tv sony kv-xf34m65 mati protek...ditemukan HOT short,stlh diganti msh ttp, ganti IC reg, jg msh ttp, klo diode ke B+ dicabut, unit mau On, tp tdk ada output dr HV travo, melumpuhkan jalur protek OCP ke B+, jg ga ada hasil.. tolong agan2 ya...trims...

DUANDWI_ELEKTRONIK mengatakan...

kang mau nanya sharp type 51u250 d nyala kuning tapi kalo kaki xtal diraba tv bisa on/stanby nyala merah kira-kira bag apanya yang rusak kang suwun

hamster TV mengatakan...

salam knal bang zaenal sy penggemar anda,sy mau tanya tv samsung casis CB-21M17MLH,terprotek stelah kena petir nyala sbentar gmbr muncul trus lngsung protek.yg sya tnyakn pd tv ini lokasi protekny dmn eja? mohon pencerahannya....jwbwn bsa lewat email ke hamster78@rocketmail.com atau sms ke 085642856441

AMRI YUSUF mengatakan...

salam sejahtera mas .
saya mau nanya sedikit tapi kalau bisa jawabnya yang banyak biar full.
gini, saya dapat pasen TV sharp 21CF250. IC 1xB855WJZZ.Awalnya vertical /garis lurus.setelah saya cek tegangan2yang bias di cek oleh kebanyakan montir normal2 aja ,saya ganti ic vertical 78040, hidupkanlagi ,oke, namun beberapa detik kemudian mati lagi dengan lampu pilotnya nyala merah.dan tidak mau di star lagi.dan begitu seterusnya.
mohon pencerahannya mas.
salam hormat saya .amrisf99@gmail.com

bang radja mengatakan...

sbelum blm tau skr ngerti siiiiiiplah

Raffa Almihzan Sugiyama mengatakan...

sip kang bisa belajar selangkah kedepan sukses selalu kang

Rasyid maulana mengatakan...

mas aku puna servisan tv toshiba pertaa sih cua stanby setelah aku cari eh ternata ada skring yang pts yang menyuplay tegangan b+ ke fbt terus langsung aku ganti kirain langsung bagus ternyata asih saa aja terus aku cari lagi ketemu horizontalnya bermasalah lalu langsung aku ganti setelah ku ganti aku coba malah stanby aku cek semua tegangan 115 noral terul yang aku heran vertikal drop heter ngak ada tegangan cuma protek terus aku puyeng ni tolong dong by rasid di sulawesi

yobel pesik mengatakan...

tv saya cina menggunakan ic la 76810A,gambar hidup,tapi tertulis dilayar tv AC INPUT TOO HIGH,mohon pencerahan dari agan

kus manto mengatakan...

SALAM KENAL BOSSSSSSSSSSSSSSSSSS

service tv mengatakan...

trims kang,,,ilmu yang bermanfaat semoga bermanfaat bagi kita semua,terutam para tuser...aamiin.

siswono doni mengatakan...

maksh bos atas artikelnya.

Romy Riyadi mengatakan...

Asalamualaikum....
Salam kenal mas....saya dari pekan baru...
Maaf mas....
Punya gambar skema sharp 21cf250 gak ya.....????khususnya yng bagian out dari trafo ada 3 biji yang kebakar bingung nyari ukuran uf/vol nya....


tolong mas-mas smua yang mungkin punya tolong bantuannya.....trima kasih.....
bunteromexs1922@gmail.com

Ferdi Ardiansyah mengatakan...

Assalamualaikum.
Tv saya merk ichiko 21gara2 otak atik setingan factory tv jadi standby. Biar kembali normal bagaimana caranya bos..?? Baru belajar mau servis tv sendiri.. Tolong bantuannya ya.. Mksh

Poskan Komentar